PSB Online Tutup, Lewat Belakang Rp. 7 Juta

Birokrasi Edukasi

Kota Bekasi (SAPULIDI News) – PPDB Online di Kota Bekasi sejak Rabu, 06 Juli 2011 sudah ditutup. Namun bukan berarti proses pendaftaran berhenti, karena masih ada 'Jalur Belakang'.


Beberapa SMS yang masuk lewat Call Center dan SMS Pengaduan PPDB Online Kota Bekasi milik LSM Sapulidi mendapatkan bocoran bahwa hingga hari ini, Jum'at, 08 Juli 2011 masih banyak siswa yang mendaftarkan diri lewat jalur belakang dengan membayar sejumlah uang. Harganya berfariatif, antara Rp. 2 juta hingga Rp. 7 juta untuk masuk SMP Negeri.

Salah satu SMS yang masuk mengabarkan di SMP Negeri Wilayah Bekasi Timur memungut sejumlah uang bagi siswa yang masuk 'Jalur Belakang' tersebut.

Bunyi salah satu SMS, "Kl yg bina lingkungan  krng lebih 1,5jt s/d 2 jt, kl yg jalur belakang 3,5 jt s/d 7jt variasi nominalnya,".

SMS lainnya, "Msk smp '…' (menyebutkan nama salah satu SMP Negri di Bekasi Timur)  ga lwt on line lwt guru d sana 3 jt, smp '…' (lagi-lagi menyebut SMP Negeri di Bekasi Timur) plng rndah 2 jt. Udinas 1,5 skolah 5 rts. Brani  s x ya kl ada 30 orng dah 30jt…"

Bahkan, LSM Sapulidi mengkhawatirkan jatah siswa miskin yang 7,5% dan akses pemerataan layanan pendidikan 12,5% diduga dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Direktur Eksekutif LSM Sapulidi, DR. H. Bambang Istianto HP, S.Ip., M.Si sangat geram dengan hal ini. Tim Infestigasi segera dibentuk untuk mengusuk kebenaran SMS tersebut.

"Kalau sudah ditemukan buktinya, segera laporkan ke Polisi," ungkap Bais geram.

Sebelumnya, Posko Pengaduan LSM Sapulidi juga menerima email tentang bocoran soal UN yang dilakukan oleh salah satu Bimbingan Belajar bekerja sama dengan oknum pejabat Dinas Pendidikan. Sehingga 193 siswa kelas IX SMP tersebut memperoleh NEM tertinggi dan sama, yakni sebesar 38,250.

Ke-193 siswa itupun menjadi top scorer (urutan teratas,red) pada 16 SMAN peserta PPDB Online di Kota Bekasi. (bang imam) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *