Direktur Eksekutif LSM Sapulidi Dukung Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung

LSM Sosok

Bantu Amankan Kebijakan Pemerintah


Kota Bekasi [SAPULIDI News] – Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, Dr. H. Bambang Istianto HP., M.Si mendukung kebijakan pemerintah membangun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 km.

Hal ini disampaikannya kepada SapulidiNews di Bekasi, Minggu, 21 Februari 2016.

"Dari total 142,3 km, Bekasi dilewati kurang lebih 40-an km. Markas LSM Sapulidi kebetulan ada di Bekasi, karena ini sudah kebijakan pemerintah, kami akan mendukung dan mengamankan kebijakan tersebut," kata Bambang Istianto.

Apalagi menurutnya dampak ekonomi dan percepatan pembangunan akan terkena imbas di Bekasi.

"Kita kebagian satu stasiun pemberhentian di km 39, tepatnya di sekitar antara Desa Tanjungbaru atau Desa Lebansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Kalaupun ada pro dan kontra, manfaat kereta api cepat ini jauh lebih menguntungkan," jelas Bambang tanpa merinci keuntungan yang dimaksud.

Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung akan dibangun berdasarkan Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Sesuai dengan Perpres tersebut terutama dalam Pasal 4 ayat (2) bahwa pelaksanaan penugasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 tidak menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta tidak mendapatkan jaminan pemerintah.

"Karena ini bisnis to bisnis, tanpa APBN dan jaminan pemerintah, sehingga tidak mungkin merugikan negara. Jadi kami memutuskan mendukung pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung," sambung Bambang yang juga pengamat transportasi  publik ini.

Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung ditangani oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). KCIC merupakan gabungan antara konsorsium Indonesia yakni PT PSBI (Pilar Sinergi BUMN Indonesia) dengan konsorsium China bernama CRI (China Railway International).

Kepemilikan saham sudah ditentukan, PT PSBI memegang saham sebanyak 60% dan CRI 40%.

Konsorsium BUMN yang bergabung adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai Ketua dan sekaligus pemilik saham mayoritas sebanyak 38%. Kemudian disusul PT Kereta Api Indonesia (Persero) 25%, PT Perkebunan Nusantara VIII 25%, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebanyak 12%.

Ground breaking sendiri telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Januari 2016 di Perkebunan Teh Walini, Bandung Barat.

Sedianya pengoperasian kereta api cepat Jakarta-Bandung ini dimulai pada awal tahun 2019.

"Kami mendukung pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, tetapi kami tetap bersikap kritis bila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan lingkungan. Karena LSM Sapulidi juga merupakan bagian dari anggota Komisi Penilai Amdal Pusat yang mengawal proses Amdal nya," terang Bambang yang juga dosen di STTD Tambun ini.

(A-102/111/BI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *