Apartemen Tamansari Urbano Bandel Belum Kantongi Izin Sudah Dijual

Nasional
Kota Bekasi [SAPULIDI News] – Apartemen Tamansari Urbano merupakan pengembang nakal. Sebab, belum memiliki izin sudah berani menjual unit apartemennya. Padahal, belum tentu Pemerintah Kota Bekasi memberikan izin, karena Amdal masih bermasalah.

Direktur Eksekutif LSM Sapulidi, Dr. H. Bambang Istianto HP., M.Si mengingatkan kepada pengembang Apartemen Tamansari Urbano untuk tidak melanggar aturan dan seenaknya membohongi konsumen.

“Apartemen Tamansari Urbano hingga saat ini belum mengantongi izin, kok sudah berani menjual unit apartemennya. Ini melanggar aturan, Pemkot Bekasi harus tegas menindaknya,” kata Bambang Istianto di Bekasi, Rabu, 17 Februari 2016.

Menurutnya saat ini PT Wijaya Karya Bangunan Gedung sebagai pemerakarsa kegiatan baru sebatas mengajukan Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL).

“Jangankan memiliki izin, rekomendasi Amdal saja belum punya,” terangnya.

Dia menambahkan, agar Pemerintah Kota Bekasi memberikan sangsi terhadap pengembang ‘nakal’.

“Kami beri warning 2×24 jam, apabila Apartemen Tamansari Urbano tidak menutup dan menstop kegiatan penjualannya akan kita tempuh jalur hukum,” ancam Bambang.

Menurut hasil infestigasi yang dilakukan oleh LSM Sapulidi, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung sebagai pengembang Apartemen Tamansari Urbano sudah membuka penjualan dan konter marketing di ‘Marketing Lounge Emerald Commercial UA 56 Summarecon Bekasi’.

Bahkan mereka secara terang-terangan telah menyebarkan brosur saat acara car free day hari Minggu, 14 Februari 2016 lalu.

Apartemen Tamansari Urbano sedang proses Amdal di BPLH Kota Bekasi dan belum tentu disetujui. Karena apartemen ini berdiri megah ditengah-tengah kampung kumuh di Kampung Pintu Air, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara disamping Stasiun Bekasi.

“Surat sudah kita layangkan untuk menghentikan dan menutup segala aktifitas penjualan sebelum ijin dan amdal disetujui Pemerintah Kota Bekasi. Takutnya mirip seperti kasus di Yogyakarta, banyak yang sudah membeli, ternyata apartemen tidak jadi dibangun. Untuk itu perlu kita berhati-hati terhadap pengembang ‘nakal’,” terangnya.

(A-012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *