Wajar 12 Tahun Memang Wajar

Edukasi Opini

Jakarta (SAPULIDINews)– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Satuan Pemuda Lingkar Demokrasi (Sapulidi) menyambut positif rencana Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang akan melanjutkan program Wajib Belajar (wajar) 9 tahun menjadi Wajar  12 tahun di tahun 2012 nanti.


Direktur Eksekutif  Sapulidi, DR. Bambang Istianto menjelaskan, di jaman sekarang ijazah lulusan sekolah menengah atas (SMA) sangat sulit mendapat pekerjaan yag layak apalagi Cuma lulusan sekolah menengah pertama (SMP).

“jaman sekarang sangat sulit bagi lulusan SMA untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi hanya lulusan SMP. Kami menyambut positif lah rencana Kemendiknas yang akan melanjutkan program Wajar 9 tahun menjadi 12 tahun.”ujar Bambang. Jumat (30/9).

Dirjen Pendidikan Menengah Kemendiknas Hamid Muhammad, pada Rabu (28/9) lalu dihadapan wartawan mengungkapkan rencana Kemendiknas yang akan melanjutkan program Wajar 9 tahun menjadio Wjar 12 tahun pada tahun 2012 nanti.

Pasalnya, kata dia, diakui  ijazah lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dirasakan masih kurang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak."Program Wajar 12 Tahun akan dimulai pada tahun 2012," ujar Hamid.

Ditambahkan Hamid, ditingkatkannya program Wajar 9 Tahun menjadi Wajar 12 Tahun karena saat ini banyak institusi, baik negeri maupun swasta, yang sudah tidak lagi merekrut lulusan SMP. Selain itu, peningkatan itu dilandaskan atas angka partisipasi kasar (APK) 9 tahun yang mencapai 100 persen.

"Sekitar sejuta anak lulusan SMP/ MTs saat ini, yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK. Kalau mereka  tidak bekerja, akan menjadi beban negara dan masyarakat,"papar Hamid.

Ketika ditanya soal anggaran dari program Wajar 12 tahun, Hamid menjelaskan, anggaran pembiayaan Wajib Belajar 12 Tahun berasal dari biaya operasional sekolah menengah (BOSM).

“Direncanakan baru sekitar 6,7 dari 9 juta siswa SMA/SMK. Nantinya, setiap siswa SMA/SMK mendapat dana BOSM yang besarannya sekitar Rp 200 ribu per bulan. Memang, jumlahnya tidak sebesar tingkat SD-SMP karena BOS menengah ini masih merupakan rintisan,"jelasnya.

Usulan besaran dana BOSM Rp 200 ribu itu, lanjut Hamid, merupakan estimasi awal yang didasarkan atas data Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2009 yang dilakukan oleh Badan Statistik Nasional (BPS).

Dari survei itu diketahui, rata-rata pengeluaran siswa SMA/SMK per tahun sekitar Rp 2,3 juta. Rintisan dana BOSM itu akan diprioritaskan kepada sekolah-sekolah yang standar pelayanannya masih minim. Oleh sebab itu, kemungkinan besar rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) tidak akan mendapatkan dana BOSM."beber Hamid.

Konsep program Wajar 12 Tahun, kata dia, tidak sama dengan konsep Wajar 9 Tahun. Jadi, bukan sekolah gratis, tapi sekolah terjangkau. Masyarakat jangan terus diiming-imingi dengan semuanya gratis.(red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *